Tidak dapat dipungkiri kalau menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah impian banyak orang. Pasalnya, ASN tidak hanya menawarkan gaji tetap yang lumayan, tetapi juga asuransi dan khusus PNS, juga termasuk dana pensiun.
Namun, perjalanan menjadi seorang ASN tentu tidak mudah. Sudah tidak asing lagi, cerita sukses menjadi ASN setelah 3 atau bahkan 5 kali percobaan. Resiliensi meraih impian itu memang penting, tapi yang tidak kalah penting adalah menyusun strategi baru untuk lolos.
Berikut ini tips dan trik ampuh lolos seleksi CPNS dan strateginya versi Impia!
Tips dan Trik Lolos Seleksi CPNS 2026
1. Kerjakan latihan soal SKD
Tahapan seleksi CPNS itu ada banyak, tergantung dengan posisi yang dilamar. Tapi, terlepas dari posisi apapun itu, kamu wajib lolos tes SKD yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Oleh karena itu, langkah kedua setelah lolos administrasi CPNS adalah lolos tes SKD terlebih dahulu.
Biasanya, tes SKD CPNS terdiri dari 110 soal yang terbagi dalam 3 subtes, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). 110 soal ini wajib kamu selesaikan dalam waktu 100 menit. Maka dari itu, kamu wajib mengerjakan latihan soal CPNS sambil tetap memantau waktu.
Kini sudah ada aplikasi Impia yang siap membantu kamu lolos tes CPNS 2026. Aplikasinya simpel, dilengkapi dengan timer, game soal dan tentunya pembahasan dari masing-masing soal. Cukup dengan Rp300.000 saja, kamu sudah bisa menggunakan aplikasi ini untuk belajar tes SKD CPNS yang umumnya dibuka pada Bulan November.
2. Siapkan komitmen dan waktu
Umumnya, salah satu syarat tes CPNS adalah usia berkisar antara 18-35 tahun. Dalam rentang usia tersebut, tidak jarang orang sudah bekerja di tempat lain terlebih dahulu dan berkeluarga. Oleh karena itu, komitmen untuk menyediakan waktu belajar tes CPNS menjadi sangat penting.
Kamu bisa membuat janji dengan diri sendiri mengenai berapa jam waktu yang diperlukan untuk belajar tes SKD setiap harinya. Tidak perlu lama-lama. Misalnya, kamu bisa belajar tes SKD saat menjemput si kecil pulang sekolah atau saat dia sedang ke TPQ mengaji sore.
3. Cari teman belajar
Study buddy atau teman belajar nggak hanya penting untuk membuat kamu keep on track, tetapi juga penting supaya kamu bisa menerapkan metode belajar yang variatif. Di Impia misalnya, kamu bisa mengajak study buddy kamu untuk banyak-banyakan poin di Impia battle.
Akan lebih baik lagi jika kamu punya study buddy offline yang bisa diajak belajar sambil ngopi bareng di angkringan.
4. Pilih formasi yang sesuai
Kadang, orang nggak lolos CPNS bukan karena dia kurang pintar atau kurang rajin, tapi salah pilih formasi. Kecuali jika kamu sudah mengincar formasi-formasi tertentu, berikut ini beberapa langkah memilih formasi yang bisa kamu lakukan:
- Catat formasi apapun yang sesuai dengan kapasitas pendidikan kamu. Jika kamu lulusan S1, maka sesuaikan dengan jurusan;
- Catat juga nama lembaga dan potensi penempatan posisi tersebut;
- Dilansir dari laman YouTube Pejuang ASN, ada baiknya kamu juga memilih formasi yang tidak terbuka untuk semua jurusan atau terbuka untuk jurusan tertentu saja tapi memiliki scope yang luas. Contoh, formasi A dibuka untuk lulusan Jurusan S1 Ilmu Ekonomi, Ilmu Hukum dan Psikologi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah saingan.
Tidak dapat dipungkiri kalau sebagai ASN tentunya kamu ingin penempatan yang strategis, di Pulau Jawa atau Sumatera misalnya. Apalagi jika kamu memiliki keluarga yang tinggal di pulau-pulau tersebut. Tapi, tentunya ASN yang ingin penempatan di daerah-daerah tersebut tentunya juga banyak. Maka dari itu, tidak heran jika demi lolos CPNS, banyak orang yang memilih penempatan luar Jawa dan Sumatera. Jika kamu ingin melakukan strategi yang terakhir ini, jangan lupa diskusikan dengan keluarga dan pasangan terlebih dahulu ya.
5. Pilih Instansi yang Sesuai
Tidak hanya formasi, pilih instansi juga harus sesuai, kecuali kalau kamu memang sudah mengincar instansi tertentu. Memilih instansi yang pas itu penting, karena:
- Beda instansi beda kebijakan soal rotasi penempatan. Bisa jadi di satu instansi kamu bisa rotasi 10 tahun sekali, di instansi lainnya cukup 5 tahun bisa;
- Beda instansi beda passing grade SKD. Hal ini tentunya ditentukan oleh seberapa banyak peminat instansi tersebut dan bagaimana rata-rata kemampuan kognitif peserta ASN yang berminat untuk bekerja di dalamnya;
- Beda instansi dan formasi, beda syarat dan tahapan seleksi. Misalnya, posisi humas di Kementerian Koordinator Perekonomian membutuhkan seleksi keterampilan editing, sementara posisi humas di Kementerian Luar Negeri membutuhkan seleksi keterampilan Bahasa Inggris.
- Beda instansi beda budaya kerja, jenjang karir, potensi tugas belajar (Tubel) dan lain sebagainya.
Selain dari website masing-masing instansi, kamu juga bisa bertanya-tanya kepada orang di sekitar yang sudah lolos PNS atau PPPK di Instansi tersebut.
Lebih Siap Hadapi Tes CPNS Bareng Impia!
Kamu ibu rumah tangga? Atau guru honorer? Yuk, persiapkan diri kamu lolos tes CPNS 2026 bersama Impia! Gampang kok caranya! Cukup unduh dan langganan aplikasi Impia di Google Play Store atau App Store, lalu kerjakan simulasi tes CPNS-nya kapanpun dan dimanapun yang kamu bisa. Sambil nunggu anak pulang sekolah, atau sambil nunggu jam ngajar, hayuk! Daripada bergosip nggak guna kan? Mending download aplikasi Impia aja!
