Table of Contents

Blog

Memahami Jenis-jenis Formasi dalam Seleksi CPNS dan PPPK 2026

by | Mar 4, 2026 | Blog

by | Mar 4, 2026 | Blog

Table of Contents

Salah satu tips dan trik lolos seleksi CPNS 2026 adalah dengan memilih formasi seleksi yang tepat. Sebab, setiap formasi CPNS pasti memiliki syarat dan tingkat persaingan yang berbeda-beda. Berikut ini, 7 formasi CPNS 2026 yang perlu kamu ketahui.

Jenis-jenis Formasi Seleksi CPNS dan PPPK 2026

1. Formasi Umum

Formasi umum adalah jenis formasi yang bisa dipilih oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang memenuhi syarat usia dan kualifikasi pendidikan sesuai dengan jabatan yang dilamar. Umumnya, syarat usia yang berlaku untuk melamar formasi ini adalah 18-35 tahun.

Tapi, hal ini terkecuali untuk posisi-posisi tertentu, seperti dokter, dokter gigi yang memang memiliki proses pendidikan yang panjang, serta dosen dan peneliti yang tidak jarang membutuhkan pendidikan S3. Calon dokter, dosen dan peneliti bisa mendaftar seleksi CPNS di usia 40 tahun. Selain ketiga jabatan tersebut, formasi ini juga terbuka untuk jabatan lainnya, seperti tenaga administrasi, auditor, akuntan, penyuluh dan lain sebagainya. 

Nggak jarang, syarat kualifikasi pendidikan di formasi ini juga lebih longgar tergantung posisi. Misalnya, kampus yang tidak harus terakreditasi A, atau syarat IPK yang bisa di bawah 3.00 dari 4.00 dan lain sebagainya. Maka dari itu, tidak heran jika tingkat persaingan di formasi ini juga cukup banyak. 

2. Formasi Putera/Puteri Lulusan Terbaik

Formasi CPNS ke-2 dan seterusnya nanti masuk ke jenis formasi khusus, yaitu formasi yang memang sengaja disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu, yang mana di formasi nomor dua ini adalah khusus untuk putra/putri lulusan terbaik. 

Biasanya, syarat mendaftar ke formasi ini adalah:

  • Pendidikan minimal S1;
  • Lulus dengan predikat cumlaude. Predikat ini umumnya diperoleh untuk mahasiswa yang lulus dengan IPK 3,51 ke atas dan hanya dalam waktu 8 semester saja. 
  • Berasal dari perguruan tinggi dengan akreditasi A atau unggul. 

Muda mudi Indonesia yang lulus dari perguruan tinggi di luar negeri juga bisa mendaftar melalui formasi ini dengan catatan wajib melakukan penyetaraan ijazah di Kemenristekdikti terlebih dahulu. 

Formasi ini juga terbuka untuk instansi daerah. Jadi, kamu bisa memilih untuk mendaftar CPNS atau PPPK di kota atau kabupaten tempat kamu tinggal.

3. Formasi Disabilitas

Masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik atau sensorik juga bisa mendaftar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) loh. Caranya adalah dengan mendaftar melalui formasi khusus disabilitas. Menurut Keputusan Menpan-RB Republik Indonesia Nomor 320 Tahun 2024, baik instansi pusat maupun daerah wajib mengalokasikan minimal 2% dari lowongan yang tersedia untuk masyarakat yang memiliki disabilitas ini. Tentunya selain disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing instansi, pekerjaan yang tersedia untuk pekerja disabilitas ini juga disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. 

Syarat masuk formasi ini juga berbeda dari formasi CPNS lainnya. Untuk mendaftar melalui formasi disabilitas, kamu perlu melampirkan surat keterangan disabilitas dari rumah sakit atau puskesmas, serta mengunggah video yang menjelaskan bagaimana cara kamu hidup sehari-hari. 

4. Formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat

Jenis formasi khusus yang selanjutnya adalah formasi untuk putra/putri Papua dan Papua Barat.  Tidak hanya untuk instansi pemerintahan daerah, banyak instansi pusat yang memiliki kantor cabang di provinsi-provinsi ini yang membuka peluang ini. Adapun syaratnya adalah:

  • Memiliki akte atau surat kelahiran yang membuktikan bahwa Bapak/Ibu pendaftar memang orang asli Papua;
  • Surat keterangan dari kepala desa/kepala suku. 

Selain itu, menurut beberapa sumber, peserta yang memiliki KTP berdomisili Papua juga akan diutamakan. 

5. Formasi Khusus Putra/Putri Kalimantan

Tidak hanya Papua dan Papua Barat yang memiliki jalur CASN khusus, tetapi juga Kalimantan. Generasi muda Kalimantan yang memenuhi persyaratan usia dan pendidikan bisa melamar melalui jalur ini. 

Formasi ini khususnya dibuka untuk memenuhi kuota Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibukota Nusantara (IKN). Jadi, terbuka untuk banyak posisi. Bahkan menurut Keputusan Menpan-RB Republik Indonesia Nomor 320 Tahun 2024, instansi pusat wajib menyisihkan 5% dari lowongan yang sudah ditetapkan oleh Menteri untuk posisi di IKN ini. 

Adapun syaratnya yang utama adalah melampirkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menunjukkan bahwa pelamar terkait memang berasal dari salah satu daerah di Kalimantan. 

6. Formasi Khusus Putra/Putri Daerah Tertinggal

Kamu berasal dari daerah Tertinggal, Terdepan atau Terluar (3T), seperti Miangas, Rote atau Sabang? Maka, kamu bisa mendaftar CPNS melalui formasi ini. Faktanya, instansi daerah wajib menyediakan maksimal 2% dari lowongan PNS yang tersedia untuk formasi ini. Sama seperti formasi khusus Putra/Putri Kalimantan, syarat utama mendaftar di formasi ini juga mudah. Cukup unggah KTP sebagai bukti bahwa kamu memang putra/putri daerah setempat saat membuka akun di SSCASN. 

7. Formasi Diaspora

Diaspora adalah istilah untuk warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Dalam hal ini, formasi diaspora dibuka untuk orang Indonesia yang tinggal  dan bekerja di luar negeri selama minimal 2 tahun dan masih memiliki paspor Indonesia. Selain paspor, untuk mendaftar posisi ini, yang bersangkutan juga wajib melampirkan:

  • Surat rekomendasi dari tempat kerja asalnya;
  • Surat keterangan tidak berafiliasi dengan organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
  • Surat keterangan tidak pernah dihukum pidana di Indonesia maupun negara domisili;
  • Jika lulus dari perguruan tinggi luar negeri, yang bersangkutan juga wajib melampirkan surat penyetaraan ijazah dari Kemendikbud Ristek. 

Formasi diaspora hanya boleh dibuka oleh instansi pusat dan hanya tersedia untuk posisi-posisi sebagai berikut:

  • Peneliti atau dosen dengan level pendidikan minimal magister (S2);
  • Dokter dengan pendidikan minimal spesialis dengan usia maksimal 40 tahun;
  • Ahli-ahli tertentu, seperti pranata komputer, statistisi, sandiman dan lain sebagainya dengan pendidikan minimal bachelor degree (S1). 

Syarat lainnya adalah, peserta seleksi ini tidak sedang menempuh post doctoral degree (pendidikan lanjutan setelah S3) yang dibiayai oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. 

Lebih Siap Hadapi Tes CPNS Bareng Impia!

Your journey starts here! Raih mimpi kamu menjadi abdi negara terbaik bersama Impia! Kerjakan latihan soal CPNS dan lakukan simulasi tes CPNS berkali-kali melalui aplikasi ini! Fiturnya lengkap, 

mulai dari soal, skoring yang sesuai sistem SKD hingga pembahasan berbasis AI, semuanya ada!

Tunggu apa lagi?! Unduh aplikasi ini sekarang juga di gawai kesayangan kamu! Karena dengan Impia, kamu pasti bisa!

PT Cerdaskan Penerus Bangsa

Platform Latihan Soal & Tryout CPNS Terbaik Dapatkan akses ke ribuan soal latihan & TO yang dikemas seru dan menyenangkan.

Follow Kami di:

WhatsApp
LinkedIn
Instagram
X
TikTok
YouTube
All rights reserved. Impia © 2026

Temukan Kami di

Office

Jl. Garuda Gg. Rajawali, No. 205, Desa/Kelurahan Tahunan, Kec.Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, 55167

PT IMPIA

App Store
Google Play

Follow Kami di:

WhatsApp
LinkedIn
Instagram
X
TikTok
YouTube

All rights reserved. Impia © 2026