Banyak orang yang ingin menjadi PNS, khususnya mereka yang sudah bertahun-tahun bekerja sebagai tenaga honorer. Namun sayangnya, banyak oknum tak bertanggung jawab memanfaatkan orang-orang ini untuk mendapatkan keuntungan yang tak semestinya.
Berikut ini beberapa ciri modus penipuan CPNS berikut ini supaya kamu tetap waspada!
Modus Penipuan menjelang tes CPNS
1. Iming-iming jalur orang dalam
Modus penipuan CPNS yang paling sering muncul adalah modus iming-iming orang dalam. Pelaku akan mengaku memiliki “orang dalam” atau “jalur khusus” yang dapat membantu korban lolos tes CPNS tanpa perlu melewati serangkaian tahapan tes CPNS jika mereka membayar sejumlah uang tertentu. Tidak jarang “orang dalam” yang dimaksud memang sudah bekerja sebagai ASN atau sudah menjadi pensiunan ASN di lembaga pemerintahan tertentu.
Tidak jarang juga, pelaku mempersiapkan berbagai tindakan pendukung yang dapat meyakinkan korban, seperti:
Jaminan uang kembali;
Pembayaran menggunakan sistem down payment;
Mengajak korban ke gedung instansi terkait;
Menerbitkan SK Palsu atau Memorandum of Understanding (MoU).
2. Berita palsu
Modus penipuan lain yang acap kali muncul menjelang pelaksanaan tes CPNS adalah modus penipuan berita CPNS palsu. Berbeda dengan modus sebelumnya yang bertujuan untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak dan instan, modus berita palsu ini umumnya bertujuan untuk mencuri data diri korban. Berikut ini beberapa ciri-ciri berita CPNS palsu yang patut kamu waspadai:
Menggunakan situs web tidak resmi. Situs web resmi pemerintah memiliki domain .go.id. Oleh karena itu, jika formulir pendaftaran CPNS yang kamu buka tidak merujuk ke website dengan domain tersebut, maka segera tutup dan hapus riwayat pencarian kamu.
Desain website mencurigakan. Mulai dari tata letak yang tidak rapi, sampai informasi yang kurang lengkap.
Menggunakan media sosial tidak resmi. Pengumuman seleksi CPNS dan informasi terbaru CPNS lainnya akan diumumkan secara resmi di kanal media sosial BKN atau kanal media sosial resmi lembaga pemerintahan lainnya.
3. Penipuan bimbel CPNS
Beberapa tahun lalu, Indonesia sempat digegerkan keterlibatan anak seorang artis dalam kasus penipuan tes CPNS dengan modus penipuan berkedok bimbel CPNS. Dalam hal ini, pihak korban mengaku ditawari posisi-posisi tertentu yang sempat kosong karena Covid19 dengan membayar sejumlah biaya hingga ratusan juta rupiah. Disisi lain, pelaku mengaku bahwasannya biaya tersebut hanya untuk les saja.
Perlu diketahui bahwasanya biaya ikut bimbel CPNS itu tidak semahal itu. Di aplikasi Impia misalnya, hanya dengan Rp100.000 saja per bulan, kamu sudah bisa mengerjakan latihan soal CPNS dan simulasi tes CPNS 2026 sepuasnya.
Selain tiga modus diatas, pada tes CPNS 2021 juga muncul modus kecurangan tes CPNS yang melibatkan oknum “orang dalam BKN” di beberapa daerah di Indonesia. Dalam kasus ini, oknum BKN tersebut menginstal software tertentu yang memungkinkan beberapa komputer yang digunakan dalam tes CPNS dikendalikan dari jarak jauh, sehingga peserta tidak perlu memikirkan apakah jawaban yang mereka masukkan salah atau benar. Akibat dari kasus ini, ratusan peserta yang terbukti curang di blacklist oleh BKN sehingga tidak bisa mengikuti tes CPNS selamanya.
Tips Terhindar Dari Penipuan Berkedok Seleksi CPNS
1. Follow akun resmi instansi terkait
Untuk mendapatkan informasi yang kredibel, jangan lupa untuk follow akun sosial media resmi instansi terkait. Jangan sungkan untuk melakukan verifikasi kepada admin media sosial tersebut apabila ada pihak-pihak yang menawarkan “jalur khusus tidak resmi”. Perlu diingat bahwasannya di zaman media sosial seperti ini, pemerintah juga sudah berusaha untuk menyebarkan informasi-informasi penting melalui kanal-kanal resmi.
2. Belajar bersikap pragmatik
Supaya terhindar dari tindak penipuan seleksi CPNS, kamu juga harus membangun sikap kritis dan pragmatis. Sebelum “membayar biaya pendaftaran” sebesar 200 juta rupiah misalnya, kamu perlu ingat bahwa saat mendapatkan posisi tersebut nantinya, kamu hanya dibayar sebesar Rp5.000.000 per bulan. Ini artinya, kamu perlu waktu selama 40 bulan atau sekitar 4 tahun lamanya untuk “balik modal” atau membayar utang. Itupun kalau diterima.
Selain itu, dalam skema perpolitikan kantor, orang yang masuk kantor dari jalur “orang dalam” juga belum tentu diterima dengan baik. Jadi, pikirkan matang-matang sebelum setuju untuk membayar “jasa penipu” hingga puluhan juta rupiah.
3. Belajar percaya dengan kemampuan diri sendiri
Hal yang tidak kalah penting yang harus kamu lakukan supaya terhindar dari berbagai modus penipuan CPNS adalah dengan belajar meyakini kemampuan diri sendiri. Karena orang yang percaya dengan kemampuannya, tidak akan curang dengan cara apapun.
Bangun kepercayaan diri (self efficacy) kamu dalam mengerjakan soal-soal tes CPNS dengan mengerjakan latihan soal dan simulasi tes CPNS 2026 yang ada di aplikasi Impia. Berbeda dengan latihan soal yang kamu kerjakan di bimbel CPNS offline, hasil latihan soal dan simulasi tes CPNS di aplikasi Impia bisa diketahui dengan cepat. Dengan demikian, kamu bisa segera tahu subtes CPNS mana yang masih perlu dipelajari dan diperbaiki.
Lolos Tes CPNS Lebih Hemat Bareng Impia!
Nggak perlu lagi puluhan juta rupiah “hanya” untuk lolos tes CPNS
Berbekal langganan Impia sebesar Rp99.000 saja sudah cukup untuk meningkatkan kemampuan dan peluang kamu lolos salah satu seleksi paling kompetitif di Indonesia ini. Cukup kerjakan latihan soal CPNS dan simulasi tes CPNS nya secara teratur dan lakukan evaluasi mingguan, niscaya kamu akan lebih siap saat menghadapi hari-H tes CPNS nanti.
Jangan tunggu tes-nya dibuka! Semakin lama kamu belajar, semakin siap pula kamu menghadapi tantangan! Unduh Impia sekarang juga dan raih impianmu menjadi ASN yang berintegritas!
